Terapi ikan, Anda mengenalnya kan? Terapi yang tengah
menjadi tren di sejumlah negara termasuk Indonesia ini melibatkan ikan kecil
untuk menggigit sel-sel kulit mati. Terapi
ini dilakukan dengan cara memasukkan kaki Anda kedalam bak yang berisi ikan Garra
rufa, dan kemudian biarkan ikan bekerja dengan mengigit kaki anda.Ikan ini ternyata punya banyak nama lho, yaitu nibble fish, kangal fish, little dermatologists dan doctor fishen. Wuihh.. banyak ya?
Terapi ikan bermula dari legenda bangsa
Turki tentang seorang penggembala mencelupkan kakinya yang terluka ke kolam air
panas di Kota Kangal, Turki. Sekelompok ikan jenis Garra rufa menggigitinya,
tak lama kaki itu sembuh. Orang lalu percaya ikan "dokter" itu
menyembuhkan. Khasiat gigitan Garra rufa dalam menyembuhkan penyakit kulit
sampai sekarang belum teruji secara ilmiah. Namun, karena efek pijatannya
disukai banyak orang, terapi ikan ini berkembang untuk merawat kesehatan dan
kebersihan kaki.
Ikan khas turki ini aslinya pemakan Phytoplankton
& zooplankton, yang hidup di suhu air hangat. Uniknya ikan Garra rufa ini
sampai dewasa ukuran tubuhnya tetap mungil (5cm sampai dengan 15cm), sehingga
gigitan dan hisapannya dapat memberikan sensasi dan rasa geli seperti kesetrum.
Menjamurnya bisnis spa ikan juga memicu
kekhawatiran produk ikan yang dipakai bukan Garra rufa. Pemerintah Turki telah
melarang eksploitasi komersial jenis ikan ini karena ancaman kepunahan.
Akibatnya, banyak pengusaha menggantinya dengan ikan chinchin yang lebih murah
dengan ukuran lebih besar dan memiliki gigi. Semakin tua gigi ikan chinchin,
semakin kuat merusak kulit hingga mengakibatkan infeksi.
Namun beberapa hari
terakhir beredar berita miring tentang terapi fish spa tersebut. Berawal dari
pernyataan Health Protection Agency (HPA) dari Inggris bahwa tangki air berisi ratusan atau ribuan ikan tersebut mengandung
mikroorganisme. Masalah bisa timbul akibat bakteri yang dipindahkan oleh
ikan-ikan dari air di dalam tangki tersebut, atau dari satu pengguna ke
pengguna lain jika airnya tidak diganti. Nah, jika ada pengguna yang terinfeksi
dengan virus yang berasal dari darah, seperti HIV atau hepatitis, dan mengalami
perdarahan di dalam air, muncul risiko penyakitnya berpindah kepada orang lain. Risiko penularan penyakit lewat spa
ikan memang cukup rendah, namun bukan berarti bisa diabaikan.
Orang yang mengidap
penyakit diabetes, psoriasis, atau sistem kekebalan yang lemah, menurut HPA,
termasuk yang paling terancam untuk tertular. Oleh karena itu, mereka tak
disarankan untuk menjalani terapi kecantikan untuk kaki ini. “Meskipun
demikian, masih ada risiko transmisi dari sejumlah infeksi, termasuk virus HIV
dan hepatitis," tutur juru bicara HPA.Dr Hilary Kirkbride. Konsultan
epidemiologi dari HPA, menyarankan agar salon yang menyediakan perawatan pedicure
ini memastikan kondisi kesehatan pengunjung untuk mencegah munculnya risiko
penularan penyakit. Kaki pengunjung sebaiknya tidak mengalami luka terbuka atau
penyakit kulit apa pun. Selain itu, air di dalam tangki sebaiknya diganti
setiap kali digunakan oleh satu orang.
Sedangkan untuk para
pengunjung sebelum melakukan terapi sebaiknya memeperhatikan hal-hal dibawah
ini :
Menanyakan kepada pengelolanya apakah kolam mereka dilengkapi dengan sistem
sterilisasi air. Kebanyakan fish spa menggunakan sistem sterilisasi menggunakan
penyinaran sinar ultraviolet (UV lamp),
ada juga yang memaksimalkan proses sterilisasi dengan penyinaran sinar
ultraviolet dan ozonisasi. Bila perlu minta penjaganya menunjukkan peranti yang
mereka gunakan.
Perhatikan penjaga dalam
melayani pelanggan. Pastikan setiap pasien terapi sebelum masuk ke kolam,
kakinya dicuci/dibilas terlebih dahulu dan dicek dari kemungkinan ada tidaknya
luka terbuka/luka belum sembuh, dan selalu menutup dengan plester. Batalkan
niat Anda untuk fish spa jika, penjaganya malah mempersilahkan setiap pasien
yang ingin terapi langsung masuk ke kolam tanpa prosedur di atas. Pastikan
dalam sekali terapi Anda tidak melakukan terapi melebihi 30 menit.
Jika semua syarat di
atas terpenuhi, maka Anda tak perlu lagi khawatir untuk melakukan terapi dan
merasakan "pijatan" dari hisapan ikan-ikan kecil di kaki Anda, karena
terapi yang Anda lakukan aman dari potensi penularan penyakit.
Referensi
- Bahaya Di Balik Terapi Fish Spa
- Bahaya Spa Ikan
- http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/07/KS/mbm.20110207.KSH135866.id.html
- Waspada Bahaya Spa Ikan
- Terapi Ikan Spa Garra Rufa Pemakan Sel Kulit Mati Untuk Kesehatan Dari Turki
- http://organisasi.org/terapi-ikan-spa-garra-rufa-pemakan-sel-kulit-mati-untuk-kesehatan-dari-turki
- Hah! Terapi Ikan Justru Bisa Tularkan HIV/AIDS?
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/10/19/ltaeex-awasterapi-gigit-ikan-juga-berisiko-bagi-kesehatan-lho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar