amrich's blog for all

amrich's blog for all
amrich's blog for all

Rabu, 16 November 2011

WASPADAI TERTULAR PENYAKIT DIBALIK TERAPI IKAN

Terapi ikan, Anda mengenalnya kan? Terapi yang tengah menjadi tren di sejumlah negara termasuk Indonesia ini melibatkan ikan kecil untuk menggigit sel-sel kulit mati. Terapi ini dilakukan dengan cara memasukkan kaki Anda kedalam bak yang berisi ikan Garra rufa, dan kemudian biarkan ikan bekerja dengan mengigit kaki anda.Ikan ini ternyata punya banyak nama lho, yaitu nibble fish, kangal fish, little dermatologists dan doctor fishen. Wuihh.. banyak ya?
Terapi ikan bermula dari legenda bangsa Turki tentang seorang penggembala mencelupkan kakinya yang terluka ke kolam air panas di Kota Kangal, Turki. Sekelompok ikan jenis Garra rufa menggigitinya, tak lama kaki itu sembuh. Orang lalu percaya ikan "dokter" itu menyembuhkan. Khasiat gigitan Garra rufa dalam menyembuhkan penyakit kulit sampai sekarang belum teruji secara ilmiah. Namun, karena efek pijatannya disukai banyak orang, terapi ikan ini berkembang untuk merawat kesehatan dan kebersihan kaki.
Ikan khas turki ini aslinya pemakan Phytoplankton & zooplankton, yang hidup di suhu air hangat. Uniknya ikan Garra rufa ini sampai dewasa ukuran tubuhnya tetap mungil (5cm sampai dengan 15cm), sehingga gigitan dan hisapannya dapat memberikan sensasi dan rasa geli seperti kesetrum.
Menjamurnya bisnis spa ikan juga memicu kekhawatiran produk ikan yang dipakai bukan Garra rufa. Pemerintah Turki telah melarang eksploitasi komersial jenis ikan ini karena ancaman kepunahan. Akibatnya, banyak pengusaha menggantinya dengan ikan chinchin yang lebih murah dengan ukuran lebih besar dan memiliki gigi. Semakin tua gigi ikan chinchin, semakin kuat merusak kulit hingga mengakibatkan infeksi.
Namun beberapa hari terakhir beredar berita miring tentang terapi fish spa tersebut. Berawal dari pernyataan Health Protection Agency (HPA) dari Inggris bahwa tangki air berisi ratusan atau ribuan ikan tersebut mengandung mikroorganisme. Masalah bisa timbul akibat bakteri yang dipindahkan oleh ikan-ikan dari air di dalam tangki tersebut, atau dari satu pengguna ke pengguna lain jika airnya tidak diganti. Nah, jika ada pengguna yang terinfeksi dengan virus yang berasal dari darah, seperti HIV atau hepatitis, dan mengalami perdarahan di dalam air, muncul risiko penyakitnya berpindah kepada orang lain. Risiko penularan penyakit lewat spa ikan memang cukup rendah, namun bukan berarti bisa diabaikan.
Orang yang mengidap penyakit diabetes, psoriasis, atau sistem kekebalan yang lemah, menurut HPA, termasuk yang paling terancam untuk tertular. Oleh karena itu, mereka tak disarankan untuk menjalani terapi kecantikan untuk kaki ini. “Meskipun demikian, masih ada risiko transmisi dari sejumlah infeksi, termasuk virus HIV dan hepatitis," tutur juru bicara HPA.Dr Hilary Kirkbride. Konsultan epidemiologi dari HPA, menyarankan agar salon yang menyediakan perawatan pedicure ini memastikan kondisi kesehatan pengunjung untuk mencegah munculnya risiko penularan penyakit. Kaki pengunjung sebaiknya tidak mengalami luka terbuka atau penyakit kulit apa pun. Selain itu, air di dalam tangki sebaiknya diganti setiap kali digunakan oleh satu orang.
Sedangkan untuk para pengunjung sebelum melakukan terapi sebaiknya memeperhatikan hal-hal dibawah ini :
Menanyakan kepada pengelolanya apakah kolam mereka dilengkapi dengan sistem sterilisasi air. Kebanyakan fish spa menggunakan sistem sterilisasi menggunakan penyinaran sinar ultraviolet (UV lamp), ada juga yang memaksimalkan proses sterilisasi dengan penyinaran sinar ultraviolet dan ozonisasi. Bila perlu minta penjaganya menunjukkan peranti yang mereka gunakan.
Perhatikan penjaga dalam melayani pelanggan. Pastikan setiap pasien terapi sebelum masuk ke kolam, kakinya dicuci/dibilas terlebih dahulu dan dicek dari kemungkinan ada tidaknya luka terbuka/luka belum sembuh, dan selalu menutup dengan plester. Batalkan niat Anda untuk fish spa jika, penjaganya malah mempersilahkan setiap pasien yang ingin terapi langsung masuk ke kolam tanpa prosedur di atas. Pastikan dalam sekali terapi Anda tidak melakukan terapi melebihi 30 menit.
Jika semua syarat di atas terpenuhi, maka Anda tak perlu lagi khawatir untuk melakukan terapi dan merasakan "pijatan" dari hisapan ikan-ikan kecil di kaki Anda, karena terapi yang Anda lakukan aman dari potensi penularan penyakit.


Referensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar