Demam jejaring sosial (facebook) saat ini mewabah dimana-mana. Mulai dari kalangan remaja sampai orang dewasa, dari kalangan pejabat, artis hingga rakyat biasa kecanduan facebook. Data terbaru bahwa situs social media tersebut sudah menembus angka 700 juta orang pengguna. Sebuah angka yang tidak dimiliki oleh situs lain di dunia ini. Tampaknya semakin banyak pengguna internet yang terlibat dalam kegiatan ber-Facebook-an. Bahkan disinyalir ada anak-anak yang semestinya belum diperbolehkan menggunakan Facebook telah terdaftar di situs tersebut, baik dengan membuat sendiri akun mereka maupun melalui pertolongan teman atau orang tua.
Tapi tahukah anda? Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Aric Sigman yang dipublikasikan di jurnal The Biologist ditemukan bahwa kecanduan situs jejaringan sosial (facebook, friedster, mySpace, dll) membahayakan kesehatan.
Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.
Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.
Sebuah studi psikologi terbaru menunjukkan, semakin banyak teman yang anda miliki di Facebook, risiko anda merasa tertekan juga semakin besar. Lho?Ahli psikologi meyakini, mereka yang memiliki tingkat kecanduan tinggi terhadap Facebook bisa jadi akan mengalami kegelisahan terkait situs jejaring sosial tersebut. Demikian seperti dilansir Telegraph, Kamis (17/2/2011).
Peneliti dari Edinburgh Napier University meminta tanggapan sejumlah mahasiswa tentang penggunaan situs pertemanan populer itu. Banyak responden mengklaim merasa bersalah ketika menolak friend request seseorang. Sementara, satu dari 10 orang mengaku gugup ketika mengakses situs tersebut.Sebagian lainnya tidak bisa mengatasi tekanan untuk selalu menjadi pribadi yang menghibur. Lainnya, merasa iri dengan user lain yang memiliki teman lebih banyak atau terlihat lebih bersenang-senang ketimbang mereka.“Kami menemukan bahwa justru mereka yang memiliki kontak paling banyak dan menghabiskan waktu paling lama di Facebook lebih berpeluang merasa stress,” ujar Dr Kathy Charles, yang memimpin studi tersebut.
Dampak negatif lainnya adalah: Stress karena takut kehilangan update terbaru atau informasi terbaru dari teman-teman anda, stress karena takut menghapus seseorang teman yang berada di jalur pertemanan anda, adanya tekanan untuk menjadi seorang yang humoris dan menarik.stress yang diperoleh dari komentar terhadap status yang dilakukan., khawatir terhadap kemungkinan untuk terkoneksi kembali dengan orang yang ingin anda hindari. dll
Kalau kalian bagaimana? Apa kalian cenderung frustasi saat Facebook-an atau malah frustasi karena gak Facebook-an? Yang jelas kalian sendiri yang bisa menilai itu. Sekarang lihat jumlah teman yang kalian punya di Facebook, apa kalian kenal semua? tapi seandainya tidak kenal, dilema juga kalo di-remove. 
Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.
Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir akan penyakit serius yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.
Memang sudah sewajarnya, setiap teknologi baru, apapun bentuknya, pasti mempunyai dampak positif dan negatif. Begitu juga dengan facebook, punya dampak positif dan negatif juga. Namun penggunaan teknologi secara bijaksana, harus kita kembalikan ke dalam diri kita masing-masing. Sehingga lebih banyak hal positif yang kita dapatkan ketimbang hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri.
Referensi:
1. Facebook Ancam Kesehatan Mental dan Fisik
2. Efek-psikologis-facebook-bagi-kesehatan-mental/
4. Facebook, Kesehatan, Kepribadian & Hubungan
5. Dampak Positif dan Negatif Facebook
http://mmadjie.blogspot.com/2009/06/dampak-positif-dan-negatif-facebook.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar