amrich's blog for all

amrich's blog for all
amrich's blog for all

Rabu, 23 November 2011

WASPADAI PENYAKIT DI MUSIM HUJAN

 Musim hujan telah tiba. Transisi musim, dari panas ke hujan datang tiba-tiba beberapa waktu kemarin. Hal ini tentu sangat patut untuk disyukuri mengingat lamanya waktu musim panas kemarin. Namun demikian, musim hujan yang baru saja datang juga membawa segudang dampak negatif. Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor misalnya. Selain itu musim hujan juga membawa penyakit.
Banyak kasus penyakit yang semula tak ada di musim hujan kemudian timbul karena sebab tersebut, contohnya penyakit leptospirosis, yang berasal dari tikus. Mulanya agent penyakit tak ada, kalau kuman pada urin tikus tak keluar terbawa air musim hujan. Namun, karena hujan, kuman tersebut bisa jadi berada di genangan-genangan air yang terinjak kaki.
Jika kita terinjak oleh kotoran tikus dan kebetulan kaki kita ada yang lecet atau terluka, kuman tersebut dapat masuk ke dalam tubuh kita. Contoh lainnya adalah mengenai kemungkinan tercemarnya sumber air bersih.  Akibatnya tentu akan menurunkan kualitas air menjadi tak layak konsumsi.
Beberapa penyakit yang biasa timbul dimusim hujan antara lain:
Diare
Perilaku kebersihan dan sanitasi yang buruk menjadi penyebab penyakit ini. Selain air yang terkontaminasi, kebiasaan buruk seperti tidak mencuci tangan menggunakan sabun membuat kuman mudah masuk ke tubuh manusia. Masyarakat di kota besar yang tinggal di bantaran kali pada umumnya tidak memiliki sarana sanitasi yang baik. Jika musim hujan tiba, kotoran yang ada di tanah akan terbawa oleh air hujan masuk ke dalam sumur. Pastikan makanan yang dikonsumsi selalu higienis, meminum air yang sudah mendidih serta perhatikan sarana sanitasi. Mencegah diare sebenarnya mudah, kuncinya adalah selalu menjaga kebersihan.
Influenza.
Anak-anak berusia balita merupakan golongan yang paling rentan terkena influenza. Masa inkubasi-waktu dari paparan virus sampai timbul gejala- influenza sangat cepat, hanya tiga sampai tujuh hari. Gejalanya berupa nyeri kepala, demam, menggigil, nyeri otot, lemas, hingga kejang. Peningkatan suhu badan dapat terjadi dalam 12-24 jam. Dapat juga muncul bersin dan batuk tidak berdahak. Faktor pemicunya antara lain udara dingin dan turunnya kekebalan tubuh, terutama pada bayi di bawah satu tahun dan orang usia lanjut. Bila terserang influenza, mereka berisiko terkena ISPA, termasuk radang paru. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menghindari hujan-hujanan, menghindari kontak dengan penderita serta menjaga daya tahan tubuh.
Leptospirosis                          
Penyakit yang termasuk penyakit mematikan ini disebabkan oleh bakteri leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia. Penularan penyakit ini bisa melalui tikus, babi, sapi, kambing, kuda, anjing, serangga, burung, landak, kelelawar dan tupai. Namun diduga penularannya lebih banyak melalui air kencing tikus, meski tidak semua tikus mengandung bakteri tersebut. Air kencing tikus yang terbawa banjir bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka, misalnya saat berjalan tanpa alas kaki di genangan air.
Masa inkubasi penyakit ini sekitar 4-19 hari. Jika tidak ditangani segera, pasien yang terkena bakteri leptospira ini bisa terkena gagal ginjal serta penyakit kuning. Oleh sebab itu, begitu ada gejala, pasien harus segera mendapat pertolongan dokter. Pengobatan yang diberikan oleh dokter antara lain dengan pemberian antibiotik. Sedangkan tindakan pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membasmi sarang tikus.
Disentri
Di musim penghujan, banyak makanan yang tidak hygienis dan tidak steril. Hal tersebut karena saat musim penghujan banyak orang-orang yang tidak memperdulikan kebersihan tangan setelah melakukan aktivitas di musim hujan.
Mengenai jenis disentri basiler, biasanya menyerang secara tiba–tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.
DBD (Demam Berdarah)
Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang sering berkembang biak di dalam genangan air baik di tempayan, ember bahkan di dalam bak mandi yang jarang di bersihkan. Nyamuk Aedes Aegypti, ini selanjutnya menginfeksi tubuh manusia. Tubuh seseorang yang diinfeksi oleh nyamuk Aedes Aegypti akan menunjukkan gejala panas tiba-tiba kemudian sakit kepala berat. Otot dan persendian juga diserang oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti, akibatnya seseorang yang terkena penyakit ini biasanya sendinya akan terasa sakit (myalgia dan arthalagia).
Demikianlah beberapa penyakit yang dapat timbul di musim hujan. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat berpengaruh terhadap status kesehatan kita. Karena tentunya mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Referensi 
1. Waspadai 4 Penyakit Pada Musim Hujan
http://jurnalberita.com/2011/11/waspadai-4-penyakit-pada-musim-hujan/
      2.   Penyakit-berbahaya-yang-harus-dihindari-saat-musim-hujan
4. Tips Cegah Penyakit di Musim Hujan
http://www.rsi.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=34:tips-cegah-penyakit-di-musim-hujan&catid=7:tips-kesehatan&Itemid=10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar