amrich's blog for all

amrich's blog for all
amrich's blog for all

Selasa, 15 November 2011

SEKILAS MENGENAL FLU SINGAPURA

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K) menjelaskan, flu Singapura pada dasarnya adalah Penyakit Kaki Tangan dan Mulut (KTM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD).
Penyebab
Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering ada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum/biasa pada kelompok masyarakat yang “crowded” dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (carrier) seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 -5 hari.
Tanda dan Gejala
Gejala HFMD diawali demam sedang selama 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, yang merupakan gejala flu pada umumnya yang tidak mematikan. Lalu, timbul vesikel (bentol berisi cairan) di mulut, kemudian pecah, menjadi luka atau blister di mulut seperti sariawan pada lidah, gusi, pipi dalam, yang terasa nyeri sehingga sukar menelan.Timbul ruam yang tidak gatal di telapak tangan dan kaki. Kadang-kadang ruam ada di bokong. Walau namanya penyakit tangan, kaki dan mulut, ruamnya tidaklah muncul di tiga tempat tersebut. Terkadang hanya di mulut dan tangan saja. Umumnya ruam ini akan membaik dengan sendirinya dan tidak perlu perawatan di rumah sakit.
Penanganan
          Penanganan penyakit ini tidak ada yang khusus, karena merupakan penyakit "self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Penderita perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Obat golongan paracetamol atau penurun panas digunakan dalam penganan demam yang terjadi. Dalam keadaan tertentu dapat diberikan Immunoglobulin IV (IGIV) pada pasien dengan daya tahan tubuh yang menurun seperti pada bayi.Pemberian cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan demam.
Pencegahan dan pengendalian  penyakit
1.    Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan "Overcrowding", kebersihan (Higiene dan Sanitasi). Lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
2.    Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.
3.    Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

Referensi
1.        Mengenal Penyakit Flu Singapura
2.        Mengenal Flu Singapura
3.     Flu Singapura : Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM 
4.        Bila si Kecil Terkena Flu singapura
://www.detikhealth.com/read/2011/09/12/141031/1720290/775/bila-si-kecil-terkena-flu-singapura?l991101775
5.    Mencegah Flu Singapore. 
6.        Yuk Mengenal Virus Singapura
  http://www.iniunik.web.id/2011/04/yuk-mengenal-virus-singapura-penyakit.html#axzz1Xz5daIPx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar