amrich's blog for all

amrich's blog for all
amrich's blog for all

Jumat, 18 November 2011

PRIA JUGA MENGALAMI MENOPAUSE?


Mitos atau fakta? Pertama-tama, bersiaplah untuk mendengar kebenaran bahwa pria juga mengalami menopause. Jadi, bukan hanya para wanita saja yang akan mengalaminya, walaupun memang tidak semua pria harus mengalami hal ini. Menopause pada pria dikenal dengan andropause (andro berarti pria ; pause berarti berhenti). Hal ini tidak melulu berbicara tentang perubahan kemampuan reproduksi seseorang, tetapi melibatkan perubahan-perubahan hormonal dan psikologis yang dialami oleh pria berusia lanjut. Hal ini dapat terlihat secara fisik, tetapi sebenarnya berdimensi sosial bahkan spiritual.
Istilah menopause pria dipakai untuk menjelaskan kondisi penurunan kadar testosteron pada pria usia lanjut. Diperkirakan 30% pria di usia 50-an akan mempunyai kadar tetosteroncukup rendah sehingga akan menyebabkan pelbagai perubahan, seperti mudah letih, lesu, lemah, kaku pada otot, rambut rontok, kulit kering, gairah seksual menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi.Pria bermenopause mengalami perubahan emosi, biasanya mereka jadi merasa kurang percaya diri, mudah marah, sulit tidur, timbul rasa cemas, dan berlanjut dengan depresi.
Temuan para tim peneliti ini berdasarkan hasil studi dengan metode random sampling partisipan dalam European Male Aging Study. Sampling mereka mencakup 3.369 pria antara usia 40 tahun dan 79 tahun yang datang dari delapan negara Eropa. Frederick CW dan rekannya mengamati orang-orang tersebut terkait kesehatan fisik, seksual, dan psikologisnya. Gangguan seksual yang ditemukan  yaitu disfungsi ereksi, kurangnya gairah seks, dan penurunan frekuensi ereksi pada pagi hari. Sedangkan gejala fisik yang ditemukan adalah kesulitan dalam melakukan aktivitas yang memerlukan fisik kuat, ketidakmampuan untuk berjalan satu kilometer, dan kesulitan untuk menekuk atau membungkuk. Masalah psikologis sendiri yaitu kekurangan tenaga, merasa sedih, dan kelelahan.
Dalam usia rawan, seorang pria yang mengalami menopause harus memperhatikan bagaimana ia hidup:
Pertama dari segi jasmani. Makanan harus diperhatikan, karena dalam keadaan seperti ini, penyakit dapat dengan mudah mulai menyerang. Jangan mengkonsumsi obat-obatan berbentuk apapun yang katanya dapat mengembalikan semangat muda kembali, karena efek yang berlaku biasanya justru akan menambah benang kusut. Kegiatan olah raga harus terus dijalani dengan tidak menyentuh alkohol apalagi rokok.
Kedua dari segi sosial. Pria harus mulai bersosialisasi dengan lebih luas dalam lingkungannya. Ikut pelayanan atau bakti sosial akan sangat baik efeknya. Seorang pria yang berkeluarga juga harus mulai memperbaiki hubungan dengan anak dan istri, bukannya justru menjadi renggang. Pulihkan hubungan yang buruk, saling introspeksi diri dan saling terbuka, serta meningkatkan kadar komunikasi dua arah yang positif.
Ketiga dari segi rohani. Semua buku yang membahas tentang andropause akan menyarankan pria untuk kembali melihat pada hubungannya dengan Tuhan. Ini bukan hanya nasehat belaka. Inilah esensi kehidupan. Bahwa sejak seseorang dilahirkan sampai masa tuanya, ada panggilan hidup tertinggi dalam kehidupan seseorang. Panggilan yang lebih tinggi dari hanya ‘sekedar' menjadi pekerja, menjadi ayah atau suami, tetapi menjadi makhluk Tuhan yang Ia ciptakan segambar dan serupa dengan-Nya dan dipanggil untuk menggenapi rencana-Nya. Itu adalah arti hidup yang sebenarnya.
Dengan berada pada posisi ini, maka andropause sekalipun tidak akan lagi menjadi masalah penting dalam kehidupan seorang pria. Setuju?
Referensi
1.      Apakah Menopause Pria Itu Ada? 
      http://blogmasarif.wordpress.com/2010/12/25/apakah-menopause-pria-itu-ada

2.      Gejala Menopause Pada Pria


4.      Apakah pria juga menopause?

5.       Menopause pada pria
pause-Pria.html

6.      www.fordearest.wetpaint.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar